Financial freedom atau mandiri finansial adalah impian bagi semua orang, termasuk anak muda. Namun, banyak anak muda yang merasa bahwa menjadi mandiri finansial tidak mungkin bisa dicapai, apalagi jika masih bergantung pada orang tua. Menjadi mandiri finansial mungkin sulit. Namun, hal ini bukan hal yang mustahil. Anda hanya belum tahu tipsnya saja. Nah, mari simak 6 tips berguna bagi anak muda yang ingin mandiri finansial di bawah ini.

Buat Tujuan Keuangan Sesuai Pandangan

Definisi mandiri finansial berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang menganggap bahwa punya rumah sendiri sebelum menginjak usia 30 tahun adalah mandiri finansial, ada lagi yang mengatakan bahwa mandiri finansial berarti mempunyai gaji tetap, investasi, dan tabungan yang lancar.

Oleh karena itu, Anda harus terlebih dahulu menentukan definisi mandiri finansial buat diri Anda sendiri. Anda bisa mulai membuat strategi keuangan yang akan mengantarkan Anda ke tingkat mandiri finansial yang sebelumnya ditentukan. Contohnya, bila menurut Anda mandiri finansial berarti bisa menabung Rp30 juta per tahun, maka Anda bisa mulai merencanakan berapa banyak uang yang akan Anda tabung hingga bisa mencapai Rp30 juta dalam setahun.

Telaten Buat Budgeting

Kalau kamu ingin mandiri finansial di usia muda, Anda harus mulai membuat perencanaan keuangan yang jelas. Jika Anda sudah bekerja ataupun masih menerima uang jajan dari orang tua, Anda harus terbiasa melakukan budgeting atas uang yang Anda dapat. Hal ini agar Anda terbiasa untuk tidak boros dan mencapai target Anda sesuai dengan jangka waktu yang sudah Anda tentukan.

Selalu Mengumpulkan Dana Darurat

Anda tidak boleh menyepelekan pentingnya keberadaan dana darurat. Sejatinya, kisaran dana darurat yang sebaiknya dimiliki adalah antara 6-12 kali lipat dari gaji bulanan. Tentu saja jumlah dana darurat beda-beda bagi setiap orang, tergantung dari tanggungan yang dimiliki.

Baca Juga :  Siap Nikah? Yuk Kumpulkan Biaya Pernikahan dengan 7 Tips Ini

Sesuai dengan namanya, dana darurat ini hanya dipakai saat keadaan genting saja. Misalnya ketika Anda harus mengeluarkan biaya lebih karena jatuh sakit. Dana darurat juga bisa digunakan saat Anda secara tiba-tiba diputus kerjanya oleh perusahaan. Anda bisa pakai dana darurat ini untuk kehidupan sehari-hari sambil mencari pekerjaan baru.

Komitmen Penuh untuk Menabung

Mencapai status mandiri finansial tentu tidak lepas dari konsep menabung. Sekecil apapun nominalnya, usahakan untuk menyisihkan sedikit penghasilan Anda agar bisa ditabung. Supaya lebih komitmen, Anda bisa buka rekening khusus untuk tabungan Anda. Dengan adanya rekening khusus menabung, Anda akan senantiasa teringat akan tujuan rekening tersebut.

Selain itu, Anda harus bisa bedakan antara dana darurat dan tabungan. Dana darurat hanya bisa kamu gunakan saat Anda tidak mempunyai pendapatan aktif, namun harus tetap menyambung hidup. Sementara itu, uang tabungan bisa Anda gunakan kapan saja untuk kehidupan sehari-hari.

Mengurangi Kebiasaan Boros

Dengan keberadaan dana darurat dan tabungan, mau tidak mau Anda harus mengurangi kebiasaan boros agar penghasilan Anda tidak cepat habis. Apalagi jika Anda sudah mempunyai budgeting untuk keperluan Anda, kebiasaan boros tentunya akan merusak budgeting yang sudah Anda rencanakan sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kebiasaan boros, Anda bisa mulai dengan menghilangkan godaan untuk boros seperti berhenti menggunakan kartu kredit agar tidak tergoda untuk berbelanja. Kurangi juga keperluan-keperluan tidak penting seperti selalu makan di restoran mahal atau beli kopi mahal setiap hari.

Aktif Cari Sumber Pendapatan Baru

Agar Anda bisa mencapai status mandiri finansial lebih cepat, Anda bisa mencari sumber pendapatan baru. Sumber pendapatan baru tentunya juga bisa membantu kegiatan menabung kamu. Pendapatan baru atau tambahan bisa Anda dapatkan dari mana saja, tetapi sumber mata pencaharian tambahan yang paling sering diandalkan adalah mengambil pekerjaan freelance.

Baca Juga :  7 Cara Mendapatkan Uang dari Internet Tanpa Modal, Mudah dan Cepat

Salah satu contoh pekerjaan freelance yang bisa Anda lakukan tanpa mengganggu pekerjaan utama adalah dengan menjadi agen penjualan resmi Accurate Online atau yang biasa disapa Accurate Partner. Bekerja menjadi Accurate Partner bisa Anda lakukan di mana dan kapan saja. Anda juga tidak butuh keterampilan khusus untuk menjadi Accurate Partner.

Saat menjadi Accurate Partner, Anda bisa mendapatkan pelatihan gratis dari Accurate Online berupa online course, webinar, atau gathering. Selain itu, fee yang ditawarkan sangat menguntungkan bagi Anda. Sebagai Accurate Partner, Anda bisa mendapatkan total fee sebesar Rp1 juta untuk setiap paket aktivasi Accurate Online yang berhasil dijual. Bagaimana? Menarik, kan? Tunggu apa lagi, mari bergabung menjadi Accurate Partner!