Kehadiran bayi baru lahir di tengah keluarga tentu merupakan kebahagiaan yang tak terhingga. Namun, dibalik kebahagiaan tersebut, Anda juga harus mempersiapkan keuangan untuk kehidupan keluarga bersama buah hati ke depannya. Masa depan cemerlang yang Anda impikan untuk buah hati tersayang tentu saja akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jangan dulu panik, simak beberapa tips berikut ini yang akan membantu Anda menjaga keuangan agar tetap stabil menjelang kedatangan bayi baru lahir.

Fokus Melunasi Utang Yang Ada

Sebelum Anda mulai menyisihkan dana untuk tabungan anak, ada baiknya jika Anda meninjau lagi apakah Anda masih memiliki utang yang perlu dilunasi. Jika ada, sebaiknya lunasi dahulu utang-utang tersebut, terutama utang jangka pendek (tidak termasuk utang jangka panjang seperti KPR).

Utang-utang ini timbul ketika Anda atau pasangan menjalani proses kehamilan dan banyak pengeluaran penting yang jumlahnya signifikan seperti biaya kontrol rutin. Terkadang Anda belum tentu mempunyai dana yang cukup untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran tersebut, sehingga Anda harus mengambil pinjaman. Nah, agar tidak terbebani ke depannya, usahakan untuk melunasi utang-utang tersebut secepat mungkin.

Buat Tabungan Terpisah untuk Si Kecil

Untuk menyiapkan masa depan cemerlang bagi bayi baru lahir Anda, buatlah tabungan terpisah bagi si kecil. Tabungan terpisah ini gunanya adalah untuk tidak mencampur dana masa depan anak dengan dana pengeluaran sehari-hari. Selain itu, Anda juga bisa memisahkan tabungan untuk anak dengan dana darurat atau bahkan dana investasi. Hal ini penting apalagi jika mengingat inflasi dana pendidikan yang selalu naik setiap tahunnya. Akan lebih baik jika Anda sudah memulai untuk menabung sedini mungkin, yaitu sejak bayi baru lahir.

Baca Juga :  Dapat Passive Income, Begini Peluang Jadi Distributor Produk yang Untung

Tinjau Lagi Budget Bulanan

Sebelum kelahiran anak, Anda sudah terbiasa untuk hidup berdua dengan pasangan. Otomatis biaya yang dikeluarkan pun lebih kecil ketimbang saat nanti sudah memiliki bayi baru lahir. Kehadiran sang buah hati berarti biaya pengeluaran akan naik secara drastis. Ditambah lagi kebutuhan bayi baru lahir dan perawatan pasca melahirkan yang sifatnya wajib.

Seiring bertambahnya umur bayi, kebutuhannya jelas akan semakin bertambah sehingga Anda perlu mengubah anggaran bulanan secara rutin. Tinjau kembali pengeluaran Anda sebelum hadirnya si kecil dan pilah pengeluaran yang bisa dipotong. Harapannya, Anda bisa menekan pengeluaran yang tidak perlu dan mengalokasikannya untuk kebutuhan bayi.

Buat Ulang Skala Prioritas Keluarga

Seiringan dengan membuat budget bulanan baru, kehadiran buah hati tentu mewajibkan Anda untuk mereka ulang skala prioritas bagi keluarga. Fungsi dari skala prioritas baru ini adalah menjadi patokan kebutuhan mana yang perlu Anda penuhi terlebih dahulu dan kebutuhan mana yang masih bisa ditunda. Kehadiran bayi baru lahir di keluarga Anda secara tidak langsung memaksa Anda untuk membuat rencana jangka panjang demi kesejahteraan keluarga kecil Anda.

Satu hal yang perlu dimasukkan dalam skala prioritas Anda yang baru adalah biaya kesehatan anak. Biaya ini sangat penting karena bayi baru lahir masih sangat lemah, sehingga Anda akan sering mengeluarkan biaya medis untuk vaksin, cek rutin, atau pengobatan demi menjamin kesehatan sang buah hati. Beberapa hal lain yang harus Anda pertimbangkan di skala prioritas Anda antara lain tabungan pendidikan, asuransi jiwa, sampai dana darurat.

Mulai Berhemat Demi Kebutuhan Bayi

Siapa sangka kebutuhan bayi baru lahir, mulai dari hal kecil hingga hal yang besar, akan memakan biaya yang cukup banyak? Kebutuhan seperti popok bayi saja bisa menghabiskan jutaan rupiah per tahunnya. Oleh karena itu, Anda dan pasangan harus mulai belajar berhemat. Tidak hanya dari segi pengeluaran konsumtif saja, tetapi juga upaya berhemat yang bisa diterapkan dalam pemilihan barang kebutuhan untuk bayi baru lahir.

Baca Juga :  Jenis-jenis UMKM Menurut Undang-Undang yang Berlaku

Contohnya, barang seperti stroller atau baby walker yang hanya dipakai sementara oleh si kecil. Supaya lebih hemat, Anda bisa membeli barang kebutuhan bayi yang bekas pakai atau secondhand dengan kondisi yang masih layak pakai.

Anggota Keluarga Baru, Sumber Pendapatan Baru Juga

Dengan bertambahnya anggota keluarga baru, tidak dipungkiri bahwa Anda perlu mencari pendapatan tambahan agar terhindar dari masalah keuangan. Anda bisa mencari penghasilan tambahan dengan mengambil pekerjaan lepas. Triknya adalah mencari profesi baru yang tidak akan mengganggu pekerjaan utama Anda serta bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Salah satu contoh pekerjaan lepas seperti itu adalah menjadi mitra penjualan resmi Accurate Online atau biasa disebut Accurate Partner. Selain jadwal yang fleksibel, Anda akan mendapatkan fee yang menarik untuk transaksi penjualan Anda. Yuk, daftarkan diri Anda menjadi Accurate Partner dan nikmati benefit yang melimpah!