Cara mengatur keuangan anak kos tidak sulit, namun seringkali juga tidak mudah. Saat kamu belajar hidup mandiri sebagai anak kos, itu artinya kamu lagi belajar cara mengatur semuanya sendiri, seperti mengatur jadwal, waktu, dan uang.

Sementara sebagian orang berpikir bahwa tinggal di kos akan menghabiskan banyak uang, kamu sebenarnya dapat mengatur keuangan dengan lebih mudah jika tahu bagaimana cara menghemat pengeluaran. Ada beberapa cara mengatur keuangan anak kos yang bisa kamu lakukan. Berikut 5 di antaranya!

Langsung belanja bulanan

Setiap gajian atau mendapat kiriman uang dari orang tua, pastikan kamu langsung belanja bulanan. Ini penting agar uang tersebut tidak habis untuk hal-hal yang kurang penting. Daripada ke supermarket, sebaiknya kamu belanja bulanan ke pasar tradisional untuk membeli bahan-bahan makanan untuk dimasak di rumah. Biasanya, harga bahan makanan di pasar tradisional lebih murah dibandingkan harga di pasar modern atau supermarket, sehingga ini bisa menjadi cara mengatur keuangan anak kos yang baik.

Lebih baik masak sendiri

Cara mengatur keuangan anak kos selanjutnya adalah masak sendiri. Kamu lebih baik masak sendiri untuk mengurangi pengeluaran karena kamu lebih bisa mengontrol apa yang akan dimasak. Soal budget, umumnya memasak sendiri akan lebih hemat jika membeli makanan di luar. Kamu hanya perlu mengorbankan waktu tidur karena harus bangun lebih awal untuk memasak supaya kamu bisa membawa bekal untuk ke kampus untuk ke kantor.

Ini penting untuk dicatat, rata-rata biaya untuk memesan makanan dari luar hampir lima kali lebih mahal dibanding jika kamu masak di rumah. Jika masak sendiri, kamu bisa membeli bahan makanan yang sedang diskon sehingga semakin menghemat pengeluaran. Budget untuk sekali makan bisa dimaksimalkan menjadi budget makan untuk seharian.

Baca Juga :  5 Jawaban Mengapa Penting Sekali untuk Punya Passive Income

Menabung di awal bulan

Kebanyakan ahli menyarankan untuk menabung setidaknya 20% dari penghasilan setiap bulan. Patokan ini didasarkan pada metode penganggaran 50-30-20 yang menyarankan agar kamu membelanjakan 50% dari pendapatan untuk kebutuhan pokok, 20% untuk menabung, dan menyisihkan 30% dari pendapatan untuk pembelian keperluan lain-lain.

Bukan di akhir bulan, sebaiknya kamu menabung di awal bulan agar 20% dari pendapatan yang seharusnya ditabung tersebut tidak lantas terpakai. Kamu bisa membuka rekening tabungan baru yang khusus agar dana yang sudah terkumpul bisa dialokasikan dengan jelas.

Manfaatkan fasilitas kampus

Kamu juga bisa memanfaatkan fasilitas kampus sebagai cara mengatur keuangan anak kos. Salah satu fasilitas kampus yang bisa kamu manfaatkan adalah perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki segalanya dan gratis jika kamu terdaftar sebagai seorang pelajar.

Tidak hanya buku, perpustakaan juga biasanya memiliki komputer untuk digunakan, video, perangkat lunak, dan banyak lagi. Jika kamu berusaha untuk lulus kuliah sebagai anak kos dengan anggaran terbatas, perpustakaan bisa menjadi teman terbaikmu.

Ingat, jumlah fasilitas yang ada di perpustakaan umumnya terbatas. Jadi, kamu harus efektif dalam menggunakan perpustakaan dengan membuat perencanaan sebelumnya. Kunjungi perpustakaan pada jam-jam sepi agar lebih banyak fasilitas yang bisa kamu gunakan.

Jangan tunda bayar kos

Kamu tidak boleh menunda bayar kos karena ini mendorong kebiasaan buruk. Setiap bulannya, kamu wajib membayar penuh uang sewa untuk menjaga kedisiplinan dan keuangan pribadimu, serta kepercayaan pengelola rumah kos terhadapmu.

Terlalu sering menunda pembayaran kos akan membuatmu mudah lalai dan menggunakan uang tersebut untuk hal lain yang tidak penting. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan menunda bayar kos bisa membuat finansialmu berantakan karena kamu jadi tidak disiplin dan menyepelekan ketepatan membayar sewa kos.

Baca Juga :  Pengertian, Tujuan, Sampai Pentingnya Mengetahui Market Share

Ada waktu luang? Kerja sambilan saja

Jika kamu punya waktu luang, kamu bisa mempertimbangkan kerja sambilan. Kamu bisa menjadi Accurate Partner yang memberikan total fee sebesar Rp1 juta. Tidak perlu khawatir karena biaya pendaftarannya gratis dan kamu tidak perlu memiliki skill akuntansi untuk melakukan penjualan karena software-nya sangat user-friendly.

Dengan melakukan kerja sambilan, kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang bisa  digunakan untuk menambah tabungan hal-hal lain. Cara mengatur keuangan anak kos ini akan membuatmu lebih longgar dalam mengatur finansial karena memiliki cukup uang untuk berbagai kebutuhan.

Itulah informasi tentang cara mengatur keuangan anak kos yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat!